
Setelah melewati masa liburan kenaikan selama beberapa hari tapi tidak kemana-mana karena sibuk dengan pindahan, maka hari ini Senin 13 Juli 2009, adalah hari pertama Nicko masuk SD. Bersama beberapa teman TK nya, Nicko masuk di SD Negeri Kunciran 7 Tangerang.
Ada bermacam perasaan memuncak saat melihat dia menggunakan seragam barunya, dan mengantarkannya ke sekolah pagi ini. Perasaan-perasaan yang coba kami tekan dan ingin tidak kami hiraukan, tapi tidak mungkin di hindari ini. Perasaan 'gamang' melepas dia ke masa-masa barunya.
Ada sedikit cerita menjelang keberangkatan dia ke sekolah barunya pagi ini. Sebenarnya sudah sejak beberapa minggu lalu, kami prepare Nicko dengan cerita-cerita dan gambaran suasana saat masuk SD nantinya. Nicko terlihat sudah excited.
Sengaja saat masih libur, jam malam, jam main game , nonton tv dan jam main lainnya kami longgarkan. Kadang jam 10 dia baru berangkat tidur. Butuh waktu 1 jam untuk ngobrol2 dulu sebelum akhirnya benar-benar tidur.
Minggu 12 Juli 2009, kami ingatkan bahwa itulah hari terakhir menikmati jam main panjang. Malamnya harus tidur awal. Akhirnya jam 8.30 Nicko sudah siap di tempat tidur. Cuma perlu sedikit waktu untuk cerita tentang kesiapan sekolah besok paginya. Tidak lama dia tidur.
Tapi, tengah malam tiba-tiba dia bangun dan bilang kalau hidungnya mimisan. Setelah kami lihat, masya allah, di bantal sudah membentuk pulau merah besar, termasuk di spreinya.
Kami periksa suhunya tidak panas, dia juga tidak mengeluh sakit. Akhirnya setelah di bersihkan, dia bisa tidur lagi.
Paginya alhamdulillah, bisa bangun awal seperti yang direncanakan. Setelah mandi dan mengenakan seragam barunya, menjelang berangkat baru dia 'mengaku' bahwa sejak semalam dia merasa deg-degan, sampai bunyi detak jantungnya adalah SD-SD-SD-SD, begitu menurut pengakuannya.
Tentu saja sikapnya ini membuat kami semua tertawa. Sekaligus menduga-duga bahwa Nicko memikirkan semua itu, sampai-sampai saat tidur tanpa sadar dia mimisan. Masyallah.
Sepanjang jalan menuju sekolah dia sudah excited karena melihat banyak 'temen-temen' seusianya yang juga berangkat ke sekolah masing-masing diantar orang tuanya.
Selamat belajar anakku, semoga mendapat ilmu yang kelak akan berguna untuk dirimu, agamamu dan negaramu. Doa kami menyertaimu selalu. Amin.